Sejarah Berdirinya Yayasan Dharma Laksana

Pada tahun 1992 PGAH Negeri Mataram dialih fungsikan atau dengan kata lain dilikwidasi oleh pemerintah sehingga dengan demikian kita tidak lagi punya lembaga pendidikan Hindu di NTB.
Untuk mengelola asset ex PGAH Negeri Mataram, Dirjen Bimas Hindu dan Budha memberi petunjuk kepada Kabid Bimas Hindu dan Budha Kanwil Depag NTB, agar dibentuk sebuah yayasan yang akan diserahi tugas mengelola asset ex PGAH Negeri Mataram.

Atas dasar petunjuk Dirjen Bimas Hindu dan Budha,maka Kabid Bimas Hindu Kanwil Depag NTB mengumpulkan beberapa tokoh-tokoh umat Hindu yang punya kepedulian untuk mendirikan yayasan dan akhirnya setelah melalui proses pertemuan beberapa tokoh umat,akhirnya terwujudlah pendirian sebuah yayasan oleh 16 orang Pendiri yang diberi nama:”Yayasan Dharma Laksana”dengan akta Notaris I Made Harnaja,SH. Nomor 14 tanggal 05 Oktober 1992 selanjutnya didaftar di pengadilan Negeri Mataram dibawah nomor:W.24.DM.UM.07.10.020
16 Orang Pendiri adalah : I Gde Bajera Yasa, BA, I Gede Mandia, SH, I Gde Subrata, SH, I Wayan Diasnu, Drs. I Nyoman Kompiang, Drs. I Dewa Gde Bisma, I Made Anom, Drs. Putu Karismawan, MSc, I Nyoman Sumahardika, BSc, Drs. I Wayan Sartika Wibawa, Drs. I Gusti Agung Bagus Raka Putra, Drs. I Ketut Cameng Mustika, Drs. Made Sudrawan, Made Puja, Drs. I Gusti Putu Antara, I Gusti Nyoman Sumawisastra

Setelah berdirinya Yayasan Dharma Laksana selanjutnya Dirjen Bimas Hindu dan Budha menugaskan Yayasan Dharma Laksana untuk membuka lembaga pendidikan Swastadengan Program DII Guru Agama Hindu serta mengelola aset ex PGAH Negeri Mataram yang dituangkan dalam SK Dirjen Bimas Hindu dan Budha nomor:H/13/1993 tanggal 7 1993 tentang penunjukan yayasan Dharma Laksana sebagai penyelenggara pendidikan program  D II Guru Agama Hindu. Akan tetapi setelah dibuka lembaga pendidikan Program D II Guru Agama Hindu swasta ternyata tidak bisa berjalan karena tidak dapat Mahasiswa. Hal itu terjadi mungkin sebagai dampak psikologis masyarakat yakni PGAH Negeri ditutup lalu diganti dengan Sekolah Swasta dengan demikian tidak ada minat lagi umat untuk sekolah di program D II Guru Agama Hindu Swasta.

Pada tahun 1995 Yayasan Dharma Laksana mulai membuat terobosan baru membuka sekolah geratis yaitu STAH Mataram dan WHDI Prop NTB memprakarsai membuka Taman Kanak-kanak bernuansa Hinduyang diberinama TK Dwijendra yang bernaung dibawah Yayasan Dharma Laksana. Kedua lembaga ini diresmikan oleh Dirjen Bimas Hindu dan Budha (Drs. I Ketut Pasek) yaitu pada tanggal 19 September 1995. Dalam acara peresmian itu hadir pula pejabat yang mewakili  Gubernur NTB yakni Kakanwil Dikbud NTB.Sambutan masyarakat terhadap kehadiran STAH Mataram maupun TK Bernuansa Hindu cukup tinggi. Sejak ituah mulai bangkit tanda-tanda kehidupan kembali pendidikan Hindu di NTB yang nyaris kabur dan terkubur begitu saja. Selanjutnya beberapa tahun kemudian menyusul dibuka SD Dwijendra, SMP Dwijendra dan Terakhir SMA Kertyawisata hibah dari Yayasan Kertya Wisata.

Selanjutnya setelah STAH Mataram berjalan 5 tahun dan telah berhasil meluluskan D II Guru Agama Hindu tiga kali, meluluskan D III dua kali dan S-I satu kali, kemudian ada kebijakan Pemerintah pusat memberi peluang kepada umat Hindu untuk membuka Perguruan Tinggi Hindu Negeri sewaktu pemerintahan Presiden GUSDUR.
Maka peluang itu dijadikan kesempatan oleh Yayasan Dharma Laksana untuk mengusulkan STAH Mataram menjadi STAH Negeri, kepada Presiden melalui Dirjen Bimas Hindu.
Kemudian pada awal Nopember 2000 berkas usul beserta surat rekomendasi Gubernur NTB dan surat rekomendasi ketua DPRD NTB dibawa ke Jakarta oleh Ketua Yayasan Dharma Laksana dan diserahkan langsung kepada Dirjen Bimas Hindu, kemudian tanggal 25 Februari 2001 datang Tim Visitasidari pusat yang di pimpin oleh pejabat dari Sekretariat Negara yang turun keMataram untuk melaukan penilaian seluruh persyaratan usul penegrian STAH Mataram. 
Pada kesimpulannya Tim dari pusat menilai STAH Mataram layak di negerikan. Selanjutnya atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa astungkarah usul penegrian berhasil mulus dengan keluarnya KEPRES No.250 tahun 2001 tanggal 24 April 2001 yang ditandatangani presiden GUSDUR. Selanjutnya STAH Negeri Gde Puja Mataram diresmikan oleh Menteri Agama pada tanggal 11 Juni 2001. 
Setelah STAH Mataram menjadi STAHN Gede Pudja Mataram maka sekolah-sekolah yang masih berada dibawah naungan Yayasan Dharma Laksana untuk sementara waktu masih tetap berada pada asset STAHN.
Atas Asung Kertha Waranugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya berdirilah bangunan Yayasan Dharma Laksana yang disebut Gedung Pasraman Dwijendra berlokasi dijalan DR Sujono No.15 Lingkar Selatan yang diresmikan oleh Gubernur NTB dan Dirjen Bimas Hindu pada tanggal 13 Oktober 2010 dan sejak itu pula secara resmi Yayasan Dharma Laksana beserta sekolah-sekolahnya pindah dari aset STAHN Gde Puja Mataram menggunakan Gedung Pasraman dimaksud.

Dengan lahirnya Undang-undang No.28 tahun 2004 tentang perubahan undang-undang No.16 tahun 2001 tentang yayasan yang dalam ketentuannya mewajibkan yayasan untuk menyesuaikan anggaran Dasarnya dengan undang-undang maka Pengurus Yayasan Dharma Laksana telah berusaha melakukan penyesuaian walaupun terlambat dari waktu yang ditentukan oleh undang-undang namun astungkara Anggaran Dasar Yayasan Dharma Laksana telah memperoleh pengesahan dari Menkum dan Ham dengan SK Menkum dan HAM No.AHU.8383.A.H.01.04 tahun 2011 tgl 13 Desember 2011 tentang pengesahan Yayasan Dharma Laksana. Sehingga dengan demikian maka Yayasan Dharma Laksana secara resmi telah berstatus Badan Hukum.Demikianlah selayang pandang latar belakang sejarah keberadaan Yayasan Dharma Laksana

Blog, Updated at: Juli 13, 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Halaman Facebook

VISI DAN MISI

Yayasan Dharma Laksana Mataram sebagai pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya insani Hindu yang berkualitas dan berdaya saing berdasarkan Panca Sradha.





TK Dwijendra

Didirikan pada tahun 1995 dengan tujuan turut serta membina pendidikan umat Hindu dari usia dini









Panti Asuhan Dahrma Laksana

Panti Asuhan yang sekarang disebut Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) didirikan dengan tujuan untuk membantu umat Hindu usia sekolah dari keluarga pra sejahtera dapat memperoleh pendidikan secara layak. Mereka ditampung dan dibiayai oleh yayasan melalui dana punia/donatur dari masyarakat dan pemerintah

Jalan DR. Sujono Lingkar Selatan

Nomor 15 Mataram

Ijin Menkum Ham No. AHU 8383/H.01.04.Tahun 2011

No Telp. 0370 7509959

email: dharmalaksanamtr@gmail.com

site : www.dharmalaksana.or.id

DANA PUNIA

Untuk memberikan donasi/bantuan/dana punia bisa langsung ke sekretariat yayasan, Jalan DR. Sujono Lingkar Selatan Nomor 15 Lingkar Selatan , Pagutan Timur, Mataram
Atau bisa melalui rekening :
  1. Bank BPD Bali No 059 02.05.15173-1
  2. Bank Mandiri 161-00-0919009-6
  3. Bank BRI 7350-01-007718-53-5
atas nama Yayasan Dharma Laksana Pagutan